Renovasi Rumah Subsidi

Tentu setiap orang ingin bisa membeli rumah sendiri. Namun harga rumah seperti diketahui sangat beragam dan tergolong semakin mahal setiap tahunnya. Pada kondisi seperti ini, tentu akan sulit untuk bisa membeli rumah bagi Anda yang penghasilannya tidak terlalu besar. Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir. Pemerintah Indonesia secara konsisten terus memberikan subsidi untuk rumah-rumah yang dibangun bagi masyarakat menengah ke bawah.

Jadi bagi Anda yang tertarik bisa membeli rumah subsidi ini ya. Hanya saja rumah subsidi ini dikenal tidak memiliki kualitas bangunan yang bagus. Kebanyakan rumah subsidi harus direnovasi kembali. Anda yang belum berpengalaman dalam hal membeli rumah subsidi dan merenovasinya, maka perlu memperhatikan beberapa hal berikut.

7 Hal yang Diperhatikan dalam Renovasi Rumah Subsidi

Ternyata Anda tidak boleh sembarangan merenovasi rumah yang dibeli dengan status rumah subsidi. Salah-salah kamu bisa kena pengalihan cicilan rumah subsidi menjadi rumah tanpa subsidi. Oleh sebab itu, perhatikanlah 7 hal berikut ini sebelum mulai merenovasi ya!

1. Jangan Renovasi Menjadi Rumah Tingkat

Beberapa rumah subsidi ternyata tidak boleh dibangun menjadi rumah tingkat selama batas waktu tertentu. Hal ini berkaitan dengan sasaran rumah subsidi yang merupakan masyarakat menengah ke bawah. Artinya, mereka yang membeli rumah ini harus dipastikan merupakan mereka yang tidak mampu. Jika tidak mampu, maka tentunya aneh ketika bisa langsung merenovasi rumah menjadi rumah tingkat saat masih masa cicilan.

2. Maksimalkan Penggunaan Lahan di Belakang Rumah

Rumah subsidi hampir semuanya dibangun di atas lahan tanpa memaksimalkan luas tanahnya. Itulah mengapa bagian yang paling direkomendasikan untuk Anda renovasi adalah lahan di belakang rumah tadi. Anda bisa membangun dapur atau kamar tambahan di belakang. Jika tidak tertarik, maka Anda bisa memanfaatkannya menjadi taman atau lahan bertanam juga.

3. Perbaiki Saluran Penampungan Tinja (Septic Tank)

Satu hal lagi yang juga perlu Anda perhatikan ketika membeli rumah subsidi adalah kualitas saluran penampungan tinja atau yang biasa dikenal sebagai septic tank. Kebanyakan rumah subsidi memiliki septic tank yang kurang dalam. Anda lebih baik segera memperdalamnya agar tidak perlu terus menerus melakukan sedot wc karena mudah penuh.

4. Perbaiki Sambungan Listrik

Perhatikan juga sambungan listrik dari setiap titik sambungan di rumah subsidi. Kebanyakan rumah subsidi memiliki sambungan listrik yang kualitasnya tidak terlalu bagus. Anda bisa memperbaikinya agar lebih aman saat digunakan dan ditinggali setelah dibeli. Biaya untuk memperbaiki titik sambungan listrik tidak terlalu banyak.

5. Jangan Ubah Bagian Depan Rumah

Agar tidak bermasalah oleh pihak developer karena langsung merenovasi rumah subsidi, maka sebaiknya Anda tidak mengubah hingga ke bagian depan rumah. Tetap biarkan bagian depan rumah seperti rumah aslinya. Jadi tidak diketahui secara jelas bahwa Anda telah melakukan renovasi pada rumah tersebut.

6. Jangan Renovasi Total

Anda juga dilarang untuk melakukan renovasi total. Hal ini lagi-lagi berkaitan dengan rumah subsidi diperuntukkan untuk mereka yang tidak mampu. Jadi jangan sampai Anda ketahuan merenovasi total rumah yang artinya Anda sebenarnya memiliki cukup uang untuk membeli rumah non subsidi.

7. Perkirakan Biaya yang Logis untuk Membangun

Terakhir, jangan sampai Anda merenovasi rumah dengan biaya yang berlebih. Perlu diingat bahwa Anda masih juga harus membayar cicilan rumah itu. Jadi perkirakan biaya yang paling logis yang tidak akan membebani Anda untuk selanjutnya membayar cicilan rumah hingga lunas.

Demikianlah tadi penjelasan mengenai apa saja hal yang diperhatikan dalam renovasi rumah subsidi. Semoga dengan informasi ini, Anda tidak salah dalam melakukan renovasi rumah subsidi Anda selama masih dalam status cicilan ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *