5 Penyebab Kucing Kurus Setelah Steril

Penyebab Kucing Kurus Setelah Steril

Kucing yang sudah disteril biasanya mudah mengalami kenaikan berat badan. Biasanya 1-2 bulan pasca steril kucing jadi tambah gendut. Hal ini karena pasca steril kucing makannya lebih banyak tapi aktivitasnya berkurang. Akan tetapi, ada beberapa kasus kucing kurus setelah steril. Kok bisa begitu? Apa penyebabnya? Melalui artikel ini, kami akan bongkar semua penyebab kucing susah gemuk pasca steril. Yuk, lanjut baca.

1. Obat dari Dokter Tidak Dihabiskan

Pasca steril kucing, kucing membutuhkan waktu 3-7 hari untuk penyembuhan luka operasi. Untuk kasus steril kucing jantan, 3-5 hari luka sudah kering dan sembuh. Sedangkan untuk kasus steril kucing betina, butuh waktu penyembuhan lebih lama, yaitu 3-7 hari. Pada kasus kucing betina yang terkena komplikasi luka operasi ada yang baru sembuh total setelah 14 hari.

Nah, dokter hewan biasanya memberikan obat-obatan untuk mempercepat kesembuhan si kucing, diantaranya:

  • Obat pereda nyeri.
  • Obat anti-biotik untuk pencegahan infeksi.
  • Obat penyembuh luka.

Menurut anjuran dokter hewan, semua obat tersebut harus dihabiskan. Tujuannya agar kucing lekas sembuh. Akan tetapi, beberapa pemilik kucing ada yang tidak menghabiskan obat tersebut. Karena pemilik kucing kesulitan untuk memberikan obat kepada kucing kesayangannya. Alhasil, luka pasca steril tidak lekas sembuh.

Ini dilema! Di mana, kucing yang tidak kunjung sembuh, jadi stres dan gerah. Akibatnya, nafsu makan kucing berkurang drastis. Jika kondisi ini terus berlanjut, kucing pasca steril akan jadi kurus. Karena si kucing tidak mau makan dan kekurangan nutrisi. Jadi, sebaiknya, kamu paksa kucing untuk meminum obat dari dokter. Gimana pun caranya, obat itu harus dihabiskan si kucing. Agar luka pasca operasi segera sembuh.

2. Kucing Mengalami Stres

Berbicara tentang kucing kurus setelah steril, salah satu penyebab paling utama adalah kucing stres. Beberapa penyebab kucing stres pasca steril:

  1. Luka pasca operasi tidak kunjung sembuh.
  2. Ada masalah di saluran urinary kucing.
  3. Hasil steril tidak sempurna.
  4. Kamar kucing pasca steril terlalu panas.
  5. Terjadi infeksi di luka bekas operasi.

Kelima penyebab stres tersebut akan mempengaruhi metabolisme tubuh kucing. Karena metabolisme terganggu, mood kucing jadi labil. Dan si kucing jadi nggak mau makan.

Bayangin ya? Ngerasain badannya sendiri aja nggak karuan. Lalu, si kucing disuruh makan? Ter-la-lu! Hehe. Karena makin lama porsi makan si kucing makan sedikit. Otomatis, berat badan kucing akan berkurang. Kucing kehilangan banyak tenaga. Dan kucing jadi kurus.

Sedih ya? Solusinya, ya kamu harus memahami tanda-tanda kucing stres. Dan sesegera mungkin menyelesaikan permasalahan tersebut.

3. Kucing Terserang Penyakit

Ada juga kasus kucing kurus setelah steril karena si meong terserang penyakit. Penyakit yang menghinggapi kucing pasca steril bisa berasal dari virus ataupun bakteri, misalnya:

  • Virus panleukopenia.
  • Virus rabies.
  • Feline Immunodeficiency Virus (FIV).
  • Tetanus.
  • Virus Calici.

Kalau sudah terserang virus, kucing akan langsung drop pasca steril. Ada yang langsung mati, diopname di klinik dokter hewan hingga ada yang bertahan. Kucing yang bertahan melawan virus atau bakteri yang menyerang pasca steril, langsung membuat kucing kurus. Karena tubuh kucing menggunakan semua asupan nutrisi untuk perlawanan terhadap virus & bakteri. Jadi, semakin lama kucing semakin kurus.

Serem ya? Kira-kira dari mana kucing tertular virus tersebut?

  1. Dari klinik dokter hewan.
  2. Dari lingkungan bermain kucing.
  3. Dari kutu, tikus atau hewan lain yang berada di sekitar kucing.

Untuk menghindari hal tersebut, banyak praktisi kucing menyarankan untuk melakukan vaksinasi kucing terlebih dahulu sebelum kucing di steril. Jadi, imunitas kucing diperkuat untuk melawan virus & bakteri yang menyerang saat kondisi tubuh kucing drop pasca steril.

4. Kucing Mengalami Masalah Pencernaan

Penyebab berikutnya, kucing mengalami masalah pencernaan setelah steril. Artinya, sistem pencernaan makanan dan penyerapan nutrisi di tubuh kucing terganggu. Kalau sudah begini, makan sebanyak apapun, kucing tetap kurus.

Menurut Drh. Guntari, 2018, sebagian besar permasalahan pencernaan kucing disebabkan oleh:

  • Feline Panleukopenia Virus (FPV): 30%.
  • Enteritis: 28%.
  • Gastritis: 7%:
  • Gastroenteritis: 7%.
  • Amoebiasis: 18%,.
  • Toxocariasis: 4%.
  • Ancylostomiasis: 4%.
  • Dipylidiosis: 2%.

Drh. Guntari menyarankan untuk memberikan makanan khusus kucing steril pada masa pemulihan si kucing. Beberapa makanan kucing steril yang bisa kamu pakai, diantaranya:

  1. Royal Canin Sterilised.
  2. Purina Pro Plan Sterilised.
  3. Happy Cat Sterilised.

Jadi, selama proses penyembuhan, kucing makan makanan khusus untuk kucing yang abis disteril. Cat food sterilized sudah diformulasikan khusus untuk kucing pasca steril. Jadi, 100% aman.

Memang susah untuk mengetahui permasalahan di sistem pencernaan kucing. Bukankah lebih baik mencegah dari pada mengobati?

5. Kucing Tidak Nafsu Makan

Kucing setelah steril tiba-tiba mengalami peradangan, bulu rontok dan demam. Dan tiba-tiba kucing tidak nafsu makan. Padahal sudah kamu kasih makanan basah & snack kesukaannya. Alhasil, kucing mengalami defisit kalori. Jika terjadi dalam waktu lama, kucing akan menjadi sangat kurus. Bisa-bisa hanya tertinggal tulang berbalut kulit.

Beberapa pemilik kucing memberikan vitamin kucing dan Royal Canin Recovery untuk meningkatkan nafsu makan kucing. Pokoknya, kalau nggak ada permasalahan pencernaan dan infeksi virus, berarti makanannya kurang cocok. Coba kamu cari makanan lain yang bisa menggugah nafsu makan kucing.

Pertama, coba dulu vitamin kucing Virbac Nutri Gel Plus. Kalau nggak ada bisa kamu ganti dengan minyak ikan. Kedua, kasih Royal Canin Recovery. Biarkan kucing makan makanan ini selama beberapa hari sampai nafsu makan kembali tinggi. Terakhir, ganti ke makanan basah khusus kitten dari merek makanan kucing favoritmu. Itu aja sih!

Akhir kata, setelah kamu mengatasi ke 5 penyebab di atas, langkah selanjutnya adalah memberikan makanan penggemuk kucing. Berikan makanan penggemuk kucing dengan menaikkan porsi makan kucing secara bertahap. Kurang dari 3 bulan kucing kamu akan gemuk dan lebih sehat. Kalau ada pertanyaan, silakan tanyakan melalui kolom komentar di bawah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *