Do’a Bangun Tidur

Nabi Muhammad SAW menganjurkan kepada setiap umatnya saat akan melakukan sebuah aktivitas atau setelah melakukannya ialah dengan membaca do’a. Dalam Islam, ada beberapa do’a khusus yang bisa dibaca setelah atau akan melakukan aktivitas tertentu. Salah satunya adalah do’a bangun tidur.

Membaca do’a setelah bangun tidur merupakan bentuk rasa syukur dari seorang hamba kepada Allah SWT karena telah dihidupkan kembali setelah dimatikan sementara. Tentunya, bisa menikmati kembali udara pada pagi hari dan masih diberi nyawa untuk hidup hari ini adalah kenikmatan yang luar biasa.

Berikut ini adalah bacaan do’a bangun tidur yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya yang kami kutip dari Dakwahdaily.com.

Do’a Bangun Tidur

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Alhamdulillahilladzii akhyaana ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur.

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nya lah tempat kembali.

Tak hanya itu, Anda juga bisa membaca do’a bangun tidur berikut ini:

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Allaahumma bika ashbahnaa, wa bika amsainaa, wa bika nahyaa, wa buka namuutu, wa ilaikan nusyuuru.

Artinya: “Ya Allah, dengan-Mu aku berpagi hari, dengan-mu aku bersore hari dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kamu mati. Hanya kepada-Mu (kami) kembali.” (HR Abu Dawud, At-Turmudzi, Ibnu Majah).

Do’a Bangun Tidur Saat Tengah Malam

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، رَبِّ اغْفِرْ لِي

Laailaha illallahu wahdahu laa syarikalahu, lahulmulku walahulhamdu wahuwa ‘ala kulli syaiin qadiirun. Subhaanallah wal hamdulillahi walaa ilaaha illallahu wallahu akbar wala haula walaa quwwata illa billahi robbiighfirlii.

Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah. Dan tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, Allah Mahabesar, dan tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Ya Tuhanku berilah ampunan bagiku.

Rasulullah SAW senantiasa membaca do’a seperti pada poin kedua saat beliau terbangun di tengah malam. Do’a di atas diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwasanya para pemilik kitab sunan telah meriwayatkan do’a tersebut dari Abu Said dan juga yang lainnya.

Nabi Muhammad SAW senantiasa membaca tasbih tersebut saat beliau tiba-tiba terbangun di malam hari. Abul Jauza juga menjelaskan bahwa hal ini sehubungan dengan firman Allah SWT, yaitu:

“dan bertasbilah dengan memui Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri. (Ath-Thur: 48) Yakni dari tidurmu, dari peraduanmu.”

Pendapat itulah yang kemudian dipilih oleh Ibnu Jahir. Selain itu, pendapat ini juga dikuatkan dengan adanya sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, yang berbunyi:

حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ، حَدَّثَنِي عُمَير بْنُ هَانِئٍ، حَدَّثَنِي جُنَادَةُ بْنُ أَبِي أُمَيَّةَ، حَدَّثَنَا عُبَادَةُ بْنُ الصَّامِتِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَنْ تَعَارَّ مِنَ اللَّيْلِ فَقَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، ثُمَّ قَالَ: رَبِّ اغْفِرْ لِي -أَوْ قَالَ: ثُمَّ دَعَا-اسْتُجِيبَ لَهُ، فَإِنْ عَزَمَ فَتَوَضَّأَ، ثُمَّ صَلَّى تُقِبِّلَتْ صِلَاتُهُ”.

Telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Muslim, telah menceritakan kepada kami Al-Auzai, telah menceritakan kepadaku Umair ibnu Hani, telah menceritakan kepadaku Junadah ibnu Abu Umayyah, telah menceritakan kepada kami Ubadah ibnu Samit, dari Rasulullah SAW, yang bersabda: “Barang siapa yang bangun di tengah malam, lalu mengucapkan,

“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah. Dan tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, Allah Mahabesar dan tiada kekuatan kecuali dengan pertologan Allah,”

Kemudian ia mengucapkan, “Ya Tuhanku berilah ampunan bagiku.” Atau kemudian ia berdo’a, niscaya do’a tersebut akan diperkenankan baginya. Dan jika dia bangkit membenahi diri, lalu berwudhu, kemudian sholat, maka sholatnya diterima.

Hadits tersebut kemudian ditengahkan oleh Imam Bukhari di dalam kitabnya. Rasulullah SAW telah mengajarkan banyak hal kepada umatnya, meski itu hal yang terlihat kecil sekalipun. Salah satunya ialah dengan membaca do’a bangun tidur.

Tidak sedikit orang yang lupa atau bahkan sengaja tidak membaca do’a ketika mereka bangun tidur. Padahal, hal tersebut sangatlah penting, mengingat ketika seseorang sedang tidur, maka Allah sedang mematikannya sementara.

Oleh karena itu, bersyukurlah karena masih diberi kesempatan oleh Allah SWT karena telah diberi kesempatan untuk hidup kembali di dunia.

Nah, alangkah baiknya jika setelah bangun tidur dan membaca doa, ialah untuk berwudhu dan bersiap-siap menuju ke masjid untuk melaksanakan sholat shubuh berjamaah.

Keutamaan sholat shubuh berjamaah di masjid bagi siapa saja yang melaksanakannya sangatlah tinggi. Dimana, mereka akan diberikan cahaya pada hari kiamat nanti.

Hal ini sesuai dengan sebuat hadist yang telah diriwayatkan, Nabi Muhammad SAW bersabda:

عن بريدة الأسلمي رضي الله عنه عن النبي – صلى الله عليه وسلم قال :بشِّرِ المشَّائين في الظُّلَم إلى المساجد بالنور التام يوم القيامة

Artinya: “Dari Buraidah al-Aslami radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang berjalan pada saat gelap menuju masjid, dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Akan ada banyak keutamaan yang bisa Anda dapat jika menjadi hamba yang taat. Terlebih, agama Islam sendiri telah mengajarkan banyak sekali do’a yang bisa Anda amalkan sebagai wujud syukur dan juga memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Nah, jika Anda terbangun di tengah malam dan sudah membaca do’a yang disunnahkan, maka jangan lupa untuk melaksanakan sholat malam seperti tahajud, sholat sunnah mutlakdan yang lainnya.

Jika Anda masih merasa lelah, karena kegiatan kemarin, Anda bisa istirahat kembali namun jangan lupa untuk sholat shubuh tetap tepat waktu dan tidak kesiangan.

Tambah ibadah sunnah Anda dengan melaksanakan sholat dhuhayang memiliki banyak sekali keutamaan. Selain bisa dilancarkan rezekinya, melaksanakan sholat sunnah tersebut juga bisa membantu Anda untuk membangun rumah di surga.

Membaca do’a bangun tidur tidak hanya Anda baca ketika tidur di malam hari saja. Namun, do’a tersebut juga dibaca saat Anda tidur pada siang hari.

Agama Islam telah mengajarkan banyak hal kepada para umatnya. Dengan beribadah kepada Allah SWT dan menjalanlan segala perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya, hal tersebut merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT Yang Maha Esa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *