Cara Menjual Foto di Internet

Fotografi tidak bisa dikatakan sebagai pekerjaan yang sepele. Untuk memperoleh hasil bidikan yang bagus diperlukan keterampilan khusus dan juga faktor lain berupa bakat artistik bawaan serta keberanian.

Kamera dan peralatan penunjang lainnya juga berperan penting dalam menciptakan potret terbaik.

Namun tak perlu khawatir, sekarang ini setiap orang bisa menjadi “fotografer” dengan adanya ponsel pintar.

Anda bisa memotret apapun di manapun sepuasnya. Nah, agar tak hanya memenuhi ruang di penyimpanan, tak ada salahnya untuk menjual foto-foto hasil bidikan tersebut. Foto-foto tadi bisa menjadi salah satu sumber penghasilan tambahan yang menggiurkan.

Fotografer amatir maupun profesional, setiap orang bisa menjual foto secara online. Tentunya dari hasil penjualan foto tersebut bisa menghasilkan uang yang lumayan. Tinggal foto sesuatu yang artistik lalu unggah dan jadilah penghasilan pasif.

Lalu bagaimana caranya supaya bisa menjual foto di internet? Begini tahapannya dalam tiga langkah sederhana:

Menentukan Niche atau Topik Fotografi Anda

Pertama-tama, tentukan niche fotografi agar orang lain mengetahui apa spesialisasi Anda.

Kalau masih bingung genre mana yang tepat, lakukan eskperimen dengan mencoba berbagai jenis gaya foto dengan subjek yang disukai. Kemudian, telusuri kata kunci yang mewakili foto tersebut.

Lakukan riset untuk kata kunci tersebut dan pelajari seberapa besar peluang pencariannya.

Rata-rata kata kunci yang memiliki minimal 1000 penelusuran per bulan sudah berpeluang cukup besar untuk menghasilkan keuntungan. Berikut ini adalah beberapa niche fotografi yang banyak diminati:

  • People – Foto direct maupun candid manusia, bisa foto bayi, anak-anak, remaja, dewasa, lansia, atau kumpulan banyak orang. Jenis ini biasanya diminati untuk konten website dan pembuatan poster.
  • Food – Foto dengan tema makanan ini populer untuk keperluan komersial seperti penerbitan dan periklanan.
  • Business – Foto-foto bertajuk kantor dan segala kegiatan di dalamnya, lumayan banyak dicari oleh pelaku bisnis.
  • Nature – Bisa berupa foto bunga, daun, atau apapun yang berhubungan dengan alam. Ini niche yang banyak difavoritkan baik foto lanskap maupun model close-up.
  • Architecture – Foto-foto bangunan dan detail aristekturnya biasanya diburu oleh para travel blogger atau situs perjalanan.
  • Objects – Bisa objek apapun, mulai dari gelas, baju, buku, dll. Foto objek tunggal banyak dipakai untuk mengisi halaman produk.
  • Pilih Platform Online untuk Berjualan

Banyak cara yang bisa dipilih untuk menjual foto secara online. Bisa dengan membuat situs web pribadi, melalui biro periklanan, atau situs fotografi stok.

Situs fotografi stok merupakan opsi yang paling mudah karena perihal hosting, marketing, dan penjualan sudah ditangani oleh penyedia situs. Situs fotografi stok yang populer antara lain Getty Images, Shutterstock, iStock, Adobe Stock, dll.

Nah untuk belajar menjual foto dari situs stock kami merekomendasikan anda membaca artikel cara menjual foto di shutterstock oleh netgeek.id yang sudah disusun lengkap.

Namun untuk bisa mengunggah di situs fotografi stok, terdapat aturan mengenai standard resolusi, tema, hingga peralatannya.

Dari segi penghasilan juga dibagi dengan penyedia platform. Jika ingin lebih bebas dan fleksibel, gunakan saja situs fotografi non-stok. Minusnya, Anda harus mengatur semua sendiri untuk promosi dan penjualan foto.

Pencairan dana bisa dilakukan per bulan atau setiap kali foto laku, tergantung tipe situs yang digunakan.

Lisensi foto bisa diatur dengan memilih opsi ekslusif atau non-ekslusif. Lisensi ekslusif berarti foto hanya dijual di situs tertentu saja dan akan dibayar lebih mahal. Sedangkan foto dengan lisensi non-ekslusif  dapat dijual di mana saja namun dibayar lebih murah.

Membangun Audiens

Seperti halnya industri kreatif lain, menjual foto di internet juga memerlukan audiens guna meningkatkan kehadiran online.

Untuk pembukaan, buatlah portofolio di Instagram, Pinterest, atau Tumblr. Unggah foto terbaik kemudian gunakan tagar/hashtag untuk memperluas jangkauan.

Anda bisa  melakukan riset untuk menemukan hashtag apa yang tengah menjadi trend.

Jika ada dana lebih, bisa gunakan fitur iklan atau sponsor agar hasilnya lebih cepat dan masif.

Melalui fitur tersebut Anda juga bisa mengatur siapa yang bakal menjadi target audiens agar lebih tepat sasaran. Terakhir, tautkan seluruh medsos sehingga Anda bisa mengunggah satu foto di beberapa situs bersamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *