Cara Mengatasi Dehidrasi di Gunung

Cara Mengatasi Dehidrasi di Gunung

Pendaki gunung sering tidak menyadari bahwa dia terserang dehidrasi saat mendaki gunung. Padahal gejala dehidrasi itu sangat jelas, seperti: bibir kering, mulut kering, kelelahan, kehilangan tenaga hingga kulit kering. Jika kamu meremehkan dehidrasi, kamu dapat terserang sembelit hingga hyponatremia (kekurangan ion elektrolit natrium).

Solusi dehidrasi sebenarnya mudah, minum secara teratur. Tapi, semua menjadi sulit saat si pendaki menolak untuk minum. Dia beralasan, minum terlalu banyak akan membuat terus menerus kencing. Menurut dia, kencing itu tidak keren. Lucu ya? Ada juga, lho, pendaki yang tidak mau kencing karena takut. Hehe. Alhasil, si pendaki terserang dehidrasi. Bagi kamu yang sering terserang dehidrasi berikut adalah 3 cara mengatasi dehidrasi di gunung yang kami lansir dari napaktilas.net.

  • Pertama, minum air dingin secara perlahan sampai mencukupi kebutuhan air minum harian.
  • Kedua, minum cairan pengganti elektrolit tubuh, seperti Mizone & Pocari Sweat.
  • Ketiga, minum larutan oralit.

Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini.

1. Minum Air Dingin secara Perlahan sampai Mencukupi Kebutuhan Air Minum Harian Tubuh

Menurut atlet lari maraton, Eliud Kipchoge, air dingin lebih mudah diserap tubuh dari pada air panas. Dengan begitu, untuk mengatasi orang yang terserang dehidrasi sebaiknya suruh dia minum air dingin secara perlahan. Air dingin yang dimaksud adalah air bersuhu 17 hingga 27 derajat Celcius. Jika diterjemahkan pada kondisi di gunung air dingin ini adalah air sejuk di pegunungan.

Pendaki yang terserang dehidrasi harus minum air dingin seberapa banyak? Untuk lebih tepatnya, kami menyarankan untuk menghitung kebutuhan air minum harian si pendaki terlebih dahulu. Berikut ini rumus untuk menghitung kebutuhan per hari air minum pendaki yang kami lansir dari laman napaktilas.net.

Misal nih ya! Edgar adalah seorang pria berusia 22 tahun. Dia berbobot 75 kg. Tinggi badannya sekitar 175 cm. Aktivitas sehari-hari normal. Berapa kebutuhan air minum harian Edgar? Begini cara menghitungnya:

Daily intake water: 0,04 L x berat badan x 1 hari = 0,04 x 75 x 1 = 3 Liter/hari.

Jadi, bro Edgar wajib minum 3 liter per hari agar tidak dehidrasi di gunung. Terlebih saat Edgar melakukan perjalanan di siang yang terik.

Okay, balik lagi ke masalah pendaki yang dehidrasi tadi. Jadi, kamu tanya dulu, selama 24 jam terakhir si pendaki sudah minum seberapa banyak? Setelah kamu mendapatkan data tinggal di kurangi saja. Hasil perhitungan daily intake water dikurangi air yang sudah diminum si pendaki dalam 24 jam terakhir. Hasil perhitungan adalah jumlah air minum yang perlu dihabiskan. Semoga paham ya! Hehe.

2. Minum Cairan Pengganti Elektrolit Tubuh, seperti Pocari Sweat & Mizone

Ada kalanya, pendaki gunung yang dehidrasi tidak mau minum banyak. Seperti yang kami paparkan di atas, ada pendaki yang takut kencing di gunung dengan berbagai alasan.

  • Ada yang takut kembung.
  • Ada yang tidak mau terlalu sering kencing.
  • Ada yang takut kencing di hutan.
  • Dan masih banyak alasan lainnya.

Untuk pendaki gunung yang seperti ini, ada cara mengatasi dehidrasi khusus, yaitu menggunakan minuman elektrolit pengganti cairan tubuh. Minuman ini memiliki rasa enak dan bisa memulihkan dehidrasi dengan cepat. Kamu bisa menggunakan Pocari Sweat & Mizone. Kedua produk tersebut telah melalui penelitian panjang terkait topik minuman elektrolit pengganti cairan tubuh. Dan hasil penelitiannya terbukti membantu para atlet outdoor dan pekerja lapangan yang terserang dehidrasi.

Jika kamu tidak suka produk pabrikan, kamu bisa mencari minuman pengganti elektrolit tubuh yang alami, yaitu: air kelapa muda (degan ijo). Air degan ijo sangat bagus untuk menghilangkan dahaga dan dehidrasi.

3. Minum Larutan Oralit

Kami menemukan beberapa kasus pendaki gunung yang sampai terserang dehidrasi sedang-beras. Kebanyakan kasus ini terjadi pada pendaki yang mendaki gunung selama berhari-hari di musim kemarau. Misalnya, pendakian gunung di gunung Semeru, gunung Carstensz, dan gunung Arjuno-Welirang.

Kasus dehidrasi sedang-berat tidak bisa kamu selesaikan dengan hanya minum air saja. Mereka biasanya juga kehilangan banyak cairan tubuh, khususnya garam dan mineral yang keluar saat pendaki berkeringat dan kencing. Untuk kasus dehidrasi parah, kami merekomendasikan untuk segera minum oralit. Oralit adalah larutan pengganti cairan tubuh untuk pasien yang terserang dehidrasi akibat sakit diare atau aktivitas berat di lapangan.

Komposisi larutan oralit adalah glukosa anhidrat, natrium klorida, senyawa kalium klorida dan senyawa trisodium sitrat dihidrat. Rumit ya? Adakah yang lebih praktis? Ada. Sebelum mendaki gunung, kamu beli di apotik Oralit 200. Harganya murah, kok! Cuma Rp500-1.000. Cara pakainya juga mudah, tinggal larutkan oralit ke dalam 200 ml air. Aduk sampai tercampur sempurna dan minumkan kepada pendaki yang dehidrasi. Jangan lupa membaca doa sebelum minum obat dehidrasi oralit. Semoga lekas sembuh ya!

Akhir kata, semoga 3 cara mengatasi dehidrasi di gunung ini dapat bermanfaat. Jika ada yang kurang lengkap, silakan tinggalkan saran atau kritik di kolom komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *