10 Perbedaan Chrome vs Chromium Lengkap dan Mendetail

Pernahkah terbesit diantara kalian untuk membandingkan Chrome vs Chromium? dari namanya yang hampir sama, belum lagi bentuknya pun yang hanya berbeda warna membuat banyak orang mengira Chrome dan Chromium itu sama. 

Jika kalian mencari tahu lebih jauh terkait apa itu aplikasi chromium, Chromium merupakan project open source milik google yang digunakan untuk berselancar di dunia maya. 

Sementara itu Chrome merupakan project Close-Source yang dikembangkan oleh Google dengan tujuan komersial dan digunakan juga untuk berselancar di dunia maya. Kedua aplikasi ini sama-sama besutan dari google. Jadi tidak heran jika banyak orang yang menganggap jika Chromium dan Chrome itu sama.

Padahal sebenarnya kedua aplikasi ini memiliki perbedaan yang cukup jauh lho. Buat kalian yang penasaran, berikut ini perbedaan Chrome vs Chromium yang perlu kalian ketahui:

Perbedaan Chrome Vs Chromium

Dari sedikit ulasan di atas, kalian pastinya sudah dapat membedakan antara Chrome vs Chromium, bukan? Ada perbedaan mendasar antara Chrome dan juga Chromium. Perbedaan itu adalah Chrome yang close-source dan Chromium yang open-source.

Dari perbedaan bangunan inilah memunculkan banyak sekali perbedaan sebagai berikut:

1. Logo

Perbedaan pertama antara Chrome dengan Chromium adalah bentuknya yang sama dengan warna yang berbeda. Perbedaan warna tersebut adalah Google Chrome lebih berwarna dan cerah, sementara chromium berwarna biru pucat pasif.

2. Distribusi Paket

Perbedaan lain yang sangat mencolok antara Chrome dan Chromium adalah pendistribusian paket yang berbeda. Di dalam distribusi paket untuk update terbaru, Chrome akan terlebih dahulu memeriksa setiap kode program yang ada melalui developer google sebelum beredar ke pasaran.

Sementara Chromium melakukan hal yang sebaliknya, dimana ketika Chromium merilis aplikasi terbaru, maka rilisan tersebut akan berada di bawah pengawasan komunitas distro yang bersangkutan. Sehingga bisa jadi setiap update yang ada akan berada dalam pengawasan yang berbeda-beda.

3. Media Codec Support

Baik Chrome maupun Chromium sebenarnya sudah didukung dengan Media Codec secara gratis. Baik Chrome maupun Chromium sudah didukung dengan Opus, Theora, Vorbis, VP8, VP9, WAV.

Sementara pada pada Chrome, terdapat tambahan dukungan Media Codec seperti AAC, MP3, H.264. Dukungan Media Codec pada Chrome ini awalnya bersifat  Namun, semakin berkembangnya google chrome ketiga media codec tersebut yang awalnya bersifat proprietary berubah menjadi free atau gratis.

4. Paket Instalasi

Ada perbedaan mendasar antara paket instalasi Chromium dan juga Chrome. Paket instalasi Chrome yang resmi dalam bentuk deb dan rpm. Selain itu juga karena sifat dari Chrome yang close-source, maka kalian tidak akan mendapati paket google chrome berada pada repository distro linux.

Sementara paket instalasi Chromium terhandle oleh setiap komunitas distro linux. Sehingga kalian bisa menginstal Chromium dengan menggunakan manajemen paket instalasi standar yang ada di distro linux.

5. Google Update Chromium Vs Chrome

Perbedaan yang paling mencolok antara Chrome vs Chromium adalah proses update atau pembaharuan yang bertolak belakang antara satu dengan yang lainnya. Google Chrome menggunakan google update secara otomatis pada windows agar browser tetap mendapatkan versi terbarunya.

Sementara Chromium menggunakan update manual pada windows agar dapat menggunakan update terbarunya. Hanya saja untuk dapat mengupdate chromium, kalian harus melakukannya di beberapa distribusi linux, dan juga update itu harus dibuat paket tertentu.

6. Crash And Error Reporting 

Kalian pernah mengalami aplikasi web browser Chrome rusak atau crash? Nah ketika kalian mengalami crash pada Chrome maka kalian bisa membuat laporan kerusakan yang akan dikirimkan di server google.

Laporan kerusakan dan statistik pengguna ini merupakan salah satu fitur yang ada di dalam Chrome dan tidak ada di dalam Chromium.

Adapun laporan kerusakan dan statistik pengguna atau Crash And Error Reporting ini menyangkut data-data yang sifatnya umum seperti informasi perangkat, pengaturan google chrome, Sistem Operasi, kunjungan web yang memiliki virus malware dan lainnya.

7. Dukungan Sandbox

Antara Chrome vs Chromium sama-sama memiliki dukungan Sandbox yang aktif secara otomatis. Walaupun sama-sama didukung Sandbox, tetapi terdapat perbedaan diantara keduanya. 

Perbedaannya adalah pada Chrome, dukungan Sandbox dibuat secara otomatis dan tidak bisa dinonaktifkan. Sementara di Chromium, kalian akan diberikan pilihan untuk mengaktifkan maupun menonaktifkan dukungan Sandbox ini.

8. Dukungan Flash Plugin

Perbedaan selanjutnya antara Chromium vs Chrome adalah tidak adanya dukungan fitur pepper API dari Adobe Flash di dalam Chromium. Berbeda dengan Google Chrome yang memiliki dukungan langsung dari Flash plugin sehingga selalu mendapatkan update terbarunya.

9. Chrome Web Store

perbedaan lain yang cukup mencolok antara Chrome vs Chromium adalah tidak adanya Web Store pada Chromium. Chrome web store ini hanya terdapat dalam Google Chrome. Adapun fungsinya adalah untuk  menunjang layanan web browser sudah ada pada google chrome.

10. Usage Tracking

Buat kalian yang sudah mengenal usage tracking, fitur ini dirasa sangat menyebalkan. Hal ini karena Google Chrome akan mencatat setiap aktifitas pengguna, mulai dari history web, query pencarian, lokasi pengguna, bahkan sistem operasi yang digunakan dan lainnya.

Baik Chrome maupun Chromium sama-sama memiliki fitur usage tracking. Tujuan fitur ini adalah untuk untuk kepentingan iklan dan juga membangun recommender-system bagi penggunanya. 


Akan tetapi pihak google tetap memberikan pilihan kepada pengguna untuk mengaktifkan maupun me nonaktifkan melalui halaman pengaturan.

Lebih Baik Mana Chrome Vs Chromium?

Kalau harus menentukan mana yang terbaik antara Chrome vs Chromium rasanya akan menjadi sulit. Semua dikembalikan kepada kebutuhan masing-masing pengguna. Jika kalian menginginkan data penelusuran yang aman, maka kalian bisa memanfaatkan Chrome sebagai browser pilihan.

Selain itu, Chrome juga memiliki layanan seperti google sync, gmail, google smart save, password dan lainnya yang sudah diberikan oleh google. Kemudian apabila kalian tidak membutuhkan layanan google, tidak suka dimata-matai, maka kalian bisa menggunakan Chromium sebagai aplikasi browser kalian.

Kalau saran dari ubixlo sendiri lebih baik menggunakan Chrome, karena banyak layanan google yang mendukung segala aktivitas yang ada. Disamping juga Chrome lebih aman dan lebih stabil daripada Chromium.

Demikianlah perbedaan antara Chrome vs Chromium. Jika ada tambahan, kritikan, pertanyaan atau yang lainnya jangan sungkan-sungkan. Silahkan saja tuliskan di kolom komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *